Agen Bola News - Dalam rangka Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Persib Bandung Ke 80 pada tanggal 14 Maret 2013, bobotoh yang tergabung dalam Viking Persib Fans Club melakukan longmarch, atau jalan kaki berkeliling, ke sejumlah ruas jalan di Kota Bandung.
Longmarch ini dimulai dari Jalan Banda, Ambon, Cilayama (samping Gedung Sate), Diponegoro, Ir Djuanda, Merdeka, Braga, Tamblong, Sunda, hingga kembali ke Jalan Banda.
Ratusan orang yang berpakaian dominasi biru mengikuti aksi itu. Sebagian dari mereka memakai jersey Persib. Satu bendera berukuran besar juga dibawa saat longmarch dan dibentangkan sepanjang perjalanan. Beberapa poster tertuliskan 'Rindu Juara' juga dibawa.
Sepanjang jalan, mereka menyanyikan yel-yel yang biasa dinyanyikan saat Persib berlaga di Stadion. Tetabuhan dan toa (pengeras suara) dibawa untuk memeriahkan suasana.
Keramaian itu rupanya mengundang perhatian warga dan menggugah rasa penasaran sejumlah di antaranya yang bertanya-tanya ada apa. "Ini ulang tahun Persib," jawab bobotoh.
Aksi diakhiri dengan menutupi patung pesepakbola di Jalan Tamblong dengan bendera Persib ukuran raksasa. Patung itu selama ini lebih sering disebut patung Ajat Sudrajat, legenda Persib era 1980-an.
Ketua Viking Heru Joko mengatakan bahwa aksi yang dilakukan itu adalah untuk memeriahkan dan memperingati ulang tahun Persib. "Kita bersyukur diberi Persib pada 1933 sama Tuhan."
Pihaknya sengaja melakukan aksi dengan jalan kaki agar gaung ulang tahun 'Maung Bandung' kian terasa. "Kenapa kita jalan kaki, kita ingin lebih membumi. Ini gerakan kecintaan, kebersamaan," jelasnya.
Longmarch Tanpa Kawalan Polisi
Sayangnya tidak terlihat pengawalan polisi terhadap aksi longmarch itu, untuk pengamanan sekaligus guna mencegah tersumbatnya arus lalu lintas. Terbukti, aksi ini pun membuat lalu lintas macet.
Sejumlan pelanggaran juga terlihat dilakukan oleh para peserta longmarch, seperti menerobos setiap lampu merah dan menghentikan semua kendaraan di sekitarnya. Mereka bahkan melakukan longmarch melawan arus di Jalan Braga dan Jalan Tamblong.
Polisi sendiri baru terlihat di Jalan Tamblong saat bobotoh berjalan melawan arus. Tetapi beberapa polisi ada di lokasi tapi tidak bisa berbuat banyak. Bendera ukuran besar bahkan harus menutupi mobil dan motor di lokasi saat mereka berjalan. Polisi baru bisa mengatur arus lalu lintas dari Jalan Tamblong menuju Jalan Banda yang jaraknya sekitar 1 kilometer. Sedangkan total jarak yang ditempuh lebih dari 4 kilometer.
Longmarch ini dimulai dari Jalan Banda, Ambon, Cilayama (samping Gedung Sate), Diponegoro, Ir Djuanda, Merdeka, Braga, Tamblong, Sunda, hingga kembali ke Jalan Banda.
Ratusan orang yang berpakaian dominasi biru mengikuti aksi itu. Sebagian dari mereka memakai jersey Persib. Satu bendera berukuran besar juga dibawa saat longmarch dan dibentangkan sepanjang perjalanan. Beberapa poster tertuliskan 'Rindu Juara' juga dibawa.
Sepanjang jalan, mereka menyanyikan yel-yel yang biasa dinyanyikan saat Persib berlaga di Stadion. Tetabuhan dan toa (pengeras suara) dibawa untuk memeriahkan suasana.
Keramaian itu rupanya mengundang perhatian warga dan menggugah rasa penasaran sejumlah di antaranya yang bertanya-tanya ada apa. "Ini ulang tahun Persib," jawab bobotoh.
Aksi diakhiri dengan menutupi patung pesepakbola di Jalan Tamblong dengan bendera Persib ukuran raksasa. Patung itu selama ini lebih sering disebut patung Ajat Sudrajat, legenda Persib era 1980-an.
Ketua Viking Heru Joko mengatakan bahwa aksi yang dilakukan itu adalah untuk memeriahkan dan memperingati ulang tahun Persib. "Kita bersyukur diberi Persib pada 1933 sama Tuhan."
Pihaknya sengaja melakukan aksi dengan jalan kaki agar gaung ulang tahun 'Maung Bandung' kian terasa. "Kenapa kita jalan kaki, kita ingin lebih membumi. Ini gerakan kecintaan, kebersamaan," jelasnya.
Longmarch Tanpa Kawalan Polisi
Sayangnya tidak terlihat pengawalan polisi terhadap aksi longmarch itu, untuk pengamanan sekaligus guna mencegah tersumbatnya arus lalu lintas. Terbukti, aksi ini pun membuat lalu lintas macet.
Sejumlan pelanggaran juga terlihat dilakukan oleh para peserta longmarch, seperti menerobos setiap lampu merah dan menghentikan semua kendaraan di sekitarnya. Mereka bahkan melakukan longmarch melawan arus di Jalan Braga dan Jalan Tamblong.
Polisi sendiri baru terlihat di Jalan Tamblong saat bobotoh berjalan melawan arus. Tetapi beberapa polisi ada di lokasi tapi tidak bisa berbuat banyak. Bendera ukuran besar bahkan harus menutupi mobil dan motor di lokasi saat mereka berjalan. Polisi baru bisa mengatur arus lalu lintas dari Jalan Tamblong menuju Jalan Banda yang jaraknya sekitar 1 kilometer. Sedangkan total jarak yang ditempuh lebih dari 4 kilometer.
.jpg)